Category: Real Estate (6)

Tips Memiliki Rumah Impianmu di Usia Muda

Tips Memiliki Rumah Milenial – Memiliki hunian pribadi menjadi kebutuhan setiap orang, tak terkecuali bagi mereka yang dikategorikan sebagai generasi milenial. Generasi yang terkenal akan ide-idenya yang inovatif dan kelihaiannya dalam memanfaatkan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan ini nyatanya juga menjadikan kepemilikan rumah tinggal sebagai salah satu prioritas utama mereka, terutama bagi mereka yang sudah membangun keluarga.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo mengatakan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah generasi milenial yaitu mereka yang berusia 18 tahun hingga 37 tahun mencapai angka 81 juta orang. Pada tahun 2020, diperkirakan populasi generasi ini akan mencapai 60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Oleh karena itu, kebutuhan akan rumah bagi milenial menjadi hal yang penting untuk diakomodir sehingga baik pihak pemerintah maupun swasta terus berkolaborasi mendorong perkembangan dari sektor perumahan.

Meski sudah menjadikan kepemilikan rumah tinggal sebagai prioritas utama, rupanya generasi milenial tidak dapat langsung mewujudkan target ini. Masih banyak keluhan yang datang dari generasi milenial mengenai sulitnya mewujudkan rumah impian sederhana mereka.

Beberapa hal diduga menjadi faktor yang menyulitkan generasi ini untuk memiliki hunian pribadi pertama mereka, salah satunya adalah kenaikan harga atau inflasi harga rumah yang terus terjadi setiap tahun, yang sangat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), lokasi dan fasilitas yang tersedia, serta detail spesifikasi rumah yang akan dibangun.

Biaya kebutuhan hidup yang semakin tinggi juga membuat generasi milenial menghadapi kesulitan untuk bisa membagi pos keuangan mereka antara memenuhi kebutuhan, hiburan, serta investasi untuk membangun rumah impian sederhana mereka. Pada beberapa kasus, hal ini juga diperparah dengan pendapatan yang kurang layak atau upah yang masih terbilang rendah sehingga pada akhirnya, pos keuangan yang dialokasikan untuk membangun rumah impian sederhana tidak terpenuhi.

Selain inflasi harga tanah, meningkatnya biaya kebutuhan hidup serta pendapatan yang rendah, gaya hidup konsumtif yang diadopsi oleh hampir sebagian besar generasi milenial juga ditengarai sebagai salah satu faktor penghambat dalam mewujudkan rumah impian sederhana mereka. Alokasi pendapatan yang mereka dapatkan ternyata lebih besar untuk kebutuhan eksistensi diri serta konsumsi hal-hal yang bersifat pengalaman dan prestige dibandingkan untuk aset tetap seperti rumah impian sederhana.

Memiliki hunian pribadi sebagai salah satu investasi dalam bentuk kepemilikan properti nyatanya cukup penting dalam perencanaan keuangan generasi milenial. Hal ini karena investasi properti memberikan fleksibilitas bagi para pemiliknya untuk menghuni atau menjadikan property yang dimilikinya sebagai aset atau bahkan modal untuk perputaran uang mereka.

Agar keputusan pemilihan rumah impian sederhana yang diambil oleh generasi milenial tidak berakhir menjadi sebuah penyesalan, ada baiknya untuk mempertimbangkan beberapa hal berikut ini sebelum anda atau orang-orang terdekat anda menginvestasikan pendapatan untuk membangun rumah impian sederhana, diantaranya:

  • Tetapkan jenis dan lokasi rumah tinggal yang anda inginkan. Apakah rumah impian sederhana anda adalah rumah yang terletak di komplek siap huni, membangun di atas tanah kosong atau bahkan sewa apartemen. Perbedaan jenis dan lokasi hunian sebaiknya disesuaikan dengan pola gaya hidup dalam rumah tangga.
  • Pahami bentuk legalitas dari property rumah impian sederhana yang akan anda miliki. Bank dapat memberikan bantuan pada nasabah untuk memberikan penilaian indikatif atas nilai sebuah property berdasarkan analisa appraisal. Jika property anda memiliki surat sertifikat Hak Milik, nilainya akan lebih tinggi dari yang suka bersurat girik. Pahami pula bahwa ada beberapa jenis harga rumah seperti harga sesuai NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dan harga pasaran.
  • Opsi KPR masih menjadi pilihan andalan bagi mayoritas masyarakat Indonesia khususnya kalangan menengah untuk mendapatkan rumah impian sederhana mereka, tak terkecuali generasi milenial. Hal ini dapat dipahami karena harga rumah yang seiring berjalannya waktu akan terus meningkat. Opsi ini sah-sah saja untuk dipilih, namun ada beberapa hal yang perlu diingat bagi anda yang akan memilih opsi KPR demi mewujudkan rumah impian sederhana yang pertama, usahakan untuk memilih harga rumah yang sesuai dengan kemampuan finansial. Indikator yang umum digunakan sebagai acuan hal ini adalah dari pendapatan yang anda miliki saat akan membeli rumah, anda punya minimal 20-30% dari harga beli rumah untuk dijadikan uang muka atau DP (down payment). Yang kedua, konsisten dalam mengalokasikan pos untuk membayar cicilan KPR dan tentunya sesuaikan juga nilai cicilan KPR dengan kemampuan finansial yang anda miliki. Dari pendapatan yang anda dapatkan setiap bulannya, alokasikan sekurang-kurangnya 25% dari pendapatan tersebut untuk cicilan KPR selama 5 tahun ke depan. Alokasi ini adalah pos yang tidak digunakan untuk kebutuhan konsumsi rutin bulanan ya!

Meski didera cukup banyak hal yang mempersulit untuk mewujudkan rumah impian sederhana mereka, tetapi generasi milenial tetap bisa memiliki rumah di usia muda mereka dengan perencanaan dan eksekusi yang matang dan tepat. Bila anda adalah salah satu dari sekian banyak generasi milenial Indonesia yang berencana untuk memiliki rumah di usia muda, maka tips memiliki rumah yang ada dalam artikel ini dapat menjadi jawaban yang membantu anda mewujudkan rumah impian sederhana agar tidak lagi sekedar angan belaka.

Memiliki rumah impian sederhana di usia muda bukan lagi sebuah angan yang sulit untuk diwujudkan dengan konsistensi dan tekad kuat untuk menjadikannya kenyataan. Generasi milenial pun dapat mulai berinvestasi sejak usia muda dengan pendapatan yang mereka miliki meski mungkin dengan pendapatan yang seadanya. Tapi jangan berkecil hati, beberapa tips memiliki rumah di usia muda ini bisa membantu perjuangan anda, generasi milenial untuk mewujudkan rumah milenial yang anda impikan.

  1. Manajemen Keuangan dengan Baik dan Benar. Tips memiliki rumah di usia muda yang perlu anda terapkan adalah tentukan tujuan keuangan anda dan manage keuangan dengan baik dan benar. Anda perlu tahu berapa harga rumah yang anda inginkan agar anda dapat memperkirakan nominal uang yang harus anda kumpulkan serta jangka waktu untuk mengumpulkan uang tersebut. Tetaplah realistis dalam menentukan tujuan keuangan anda. Misalnya, dengan gaji yang berkisar sekitar empat hingga lima juta rupiah per bulan, rumah yang berlokasi di pinggiran kota atau rumah bersubsidi adalah opsi yang solutif dengan kemampuan finansial anda.
  2. Tentukan rumah pilihan anda dan buat target untuk uang muka. Setelah memiliki tujuan keuangan dan perencanaan keuangan agar dapat dimanage dengan baik, tips memiliki rumah di usia muda selanjutnya adalah anda perlu menetapkan rumah pilihan anda serta target tabungan yang akan digunakan sebagai uang muka untuk tanda jadi pemembelian rumah atau yang lebih umum dikenal dengan DP (down payment). Jumlah DP yang perlu dibayar beragam, umumnya berkisar antara 20 hingga 30 persen dari harga rumah.  Jadi, bila rumah impian sederhana anda memiliki harga jual sekitar Rp200 juta, maka estimasi target uang muka yang harus anda kumpulkan adalah sekitar Rp40 juta hingga Rp60 juta rupiah. Satu hal penting yang perlu anda ingat juga adalah potensi kenaikan harga property yang terus merangkak naik setiap tahunnya. Jadi buatlah perhitungan dengan sebaik mungkin mengenai jumlah uang yang perlu anda sisihkan demi mendapatkan rumah impian sederhana anda ya! Selain itu, pastikan bahwa furniture dan kebutuhan rumah anda memiliki kualitas yang prima agar tidak ada pengeluaran tambahan yang membuat perencanaan keuangan anda menjadi kacau. Dapatkan tips memilih furniture dan kebutuhan dekorasi rumah disini.
  3. Konsisten menabung untuk cicilan rumah. Idealnya, jumlah tabungan ini adalah sebesar 30 persen dari pendapatan anda. Dengan konsisten menabung seperti ini, anda akan menjadi lebih terbiasa untuk membayar cicilan rumah setelah akad kelak. Bila anda memiliki penghasilan Rp5 juta, maka alokasikan tabungan untuk rumah anda minimal sebesar Rp1,5 juta setiap bulannya. Jika benar-benar disiplin dan konsisten, anda dapat mengumpulkan Rp50 juta dalam waktu kurang dari 3 tahun. Tapi jangan lupakan juga mengenai adanya inflasi property dan biaya-biaya lain yang perlu dikeluarkan saat membeli rumah. Pilihannya adalah antara memperpanjang waktu menabung atau meningkatkan nilai uang tabungan yang perlu
  4. Agar rumah impian sederhana anda lebih cepat terwujud, maka selain menabung, anda juga perlu berinvestasi. Salah satu alternatif pilihan investasi yang bisa anda manfaatkan adalah emas. Anda bisa mengatur strategi untuk menabung emas sampai nominal tertentu agar mampu membeli emas misalnya seberat 10 gram atau lebih. Alternatif investasi lainnya yang bisa anda coba adalah dengan deposito atau reksadana. Namun sebelum mulai berinvestasi, pelajari secara cermat agar uang yang anda investasikan dapat menghasilkan profit.
  5. Cari kerja atau bisnis sampingan. Selain mengandalkan gaji, anda juga bisa memperluas sumber pendapatan anda dengan kerja atau bisnis sampingan. Namun yang perlu diperhatikan, kerja atau bisnis sampingan ini dapat anda kerjakan di luar jam kerja dan tidak mengganggu pekerjaan utama anda.
  6. Pilih KPR yang tepat. Jika tabungan sudah hampir mencapai target dan KPR menjadi opsi yang anda gunakan untuk membantu anda mendapatkan rumah impian sederhana anda, maka mulailah untuk menyeleksi program KPR yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial anda. Pilihlah tenor yang tidak memberatkan cicilan di masa mendatang.

Itulah sederet tips memiliki rumah di usia muda yang bisa diterapkan oleh generasi milenial agar impian memiliki rumah di usia muda tidak lagi hanya angan belaka. Jika sudah konsisten menabung sejak usia awal 20-an, maka bukan hal mustahil anda bisa memiliki hunian pribadi di usia 30 tahun. Selamat mencoba ya!

Sumber : https://kertasive.id/blog/tips-memiliki-rumah-impianmu-di-usia-muda/

Intip Untung Rugi Sebelum Memulai Bisnis Rumah Kos

Bisnis properti rumah kos merupakan peluang usaha yang sedang naik pamor. Selain menjanjikan keuntungan yang besar, perawatannya pun terbilang ringan. Namun, sama halnya dengan bisnis lain, bisnis penyewaan kos-kosan juga tidak lepas dari rugi.

Karenanya, penting bagi Anda mengetahui apa saja keuntungan dan kerugian yang sering dialami saat menggeluti bisnis semacam ini. Berikut keuntungan dan kerugian dalam bisnis rumah kos seperti dikutip Orento, Jakarta, Jumat (14/12/2018).

1. Keuntungan

Idealnya, ada banyak keuntungan yang akan Anda peroleh ketika menekuni bisnis properti rumah kost, antara lain:

– Peminatnya Tinggi

Rumah kos termasuk jenis properti yang tinggi peminat karena akan selalu dibutuhkan mereka yang tinggal jauh dari kampung halaman, misalnya mahasiswa. Makin dekat kost dengan kampus, makin potensial bisnis yang Anda jalankan.

Sebagai contoh, jumlah penyewa kost di kota besar seperti Jakarta, tempat banyak universitas berasal, tentu lebih tinggi dibandingkan di daerah lain yang bukan merupakan pusat pendidikan.

– Keuntungan Terus Naik

Properti (tanah dan bangunan) merupakan jenis investasi yang nilainya dipastikan akan terus naik dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, bisnis sewa kost bisa menjadi pilihan tepat untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah atau bahkan dijadikan sebagai alat investasi jangka panjang.

– Pemasukan Rutin Tiap Bulan

Jika Anda punya pekerjaan utama, berbisnis kos bisa memberikan tambahan penghasilan (passive income) setiap bulan. Katakanlah Anda memiliki kamar kos 10 pintu dengan biaya sewa Rp500.000/bulan. Dalam sebulan, setidaknya ada uang sebesar Rp5.000.000 yang masuk ke kantong.

– Mudah dalam Perawatan

Perawatan rumah kos cenderung mudah. Tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan merawat rumah kost bahkan bisa dibagi dengan penyewa. Dengan begitu, tugas Anda sebagai pemilik bisa sedikit dikurangi.

2. Kekurangan

Selain kelebihan, ada juga kekurangan dalam bisnis properti rumah kost yang tidak boleh disepelekan, yakni:

– Risiko Menunggak Uang Sewa

Ini merupakan problem klasik yang jamak terjadi di hampir semua lini bisnis penyewaan properti. Jika terjadi terus menerus, hal ini bisa menyebabkan kerugian, sebab masih ada biaya listrik, air, kebersihan, dan lain-lain yang harus dibayarkan.

– Kurangnya Pengawasan

Pemilik sering kali kesulitan mengawasi satu per satu penyewa kostnya. Tak jarang terjadi hal-hal yang kurang diinginkan seperti tindak kriminalitas dan terorisme. Karenanya, penting bagi Anda untuk mengetahui identitas dan motivasi calon penyewa sebelum menerimanya.

Jangan lupa juga membuat aturan dan batasan jelas mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan penyewa, termasuk soal jam malam dan membawa tamu lawan jenis.

Sumber : https://economy.okezone.com/read/2018/12/13/470/1991030/intip-untung-rugi-sebelum-memulai-bisnis-rumah-kos

Pasar Real Estat Indonesia Diprediksi Terus Bertumbuh

Mengacu pada laporan pasar real estate yang dirilis oleh situs properti global, Lamudi, Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terkuat ke-16 di dunia, disebutkan memiliki seluruh faktor penting yang diperlukan untuk menggapai pertumbuhan tinggi di sektor pasar real estate pada tahun-tahun mendatang.

Laporan pasar terbaru difokuskan pada kelas menengah yang tumbuh di Indonesia, yang diperkirakan akan mencapai 141 juta pada tahun 2020 dan demografi populasi muda sebagai alasan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan pada sektor properti dinegara ini. Selain itu, sektor properti pun berkontribusi terhadap 3,2 persen GDP Indonesia dengan prediksi pertumbuhan pasar sampai 30 miliar dolar pada tahun 2018.

“Meskipun terjadi penurunan dalam ekonomi global, Indonesia memiliki faktor positif yang cukup untuk melihat pertumbuhan sektor real estate pada 2016 dan seterusnya,” ujar Steven Ghoos, Managing Director Lamudi Indonesia, dalam siaran persnya, Sabtu (13/2).

Balikpapan mencatat kuartal tertinggi pada tingkat pertumbuhan, dengan Surabaya dan Bandung sebagai urutan kedua dan ketiga dengan perbandingan yang tipis. Lebih menggairahkan, Jakarta disebut sebagai pasar properti mewah yang tumbuh paling cepat di dunia dengan pertumbuhan harga sebesar 37,7 persen.

Meskipun menghadapi tantangan dan dilaporkan terdapat backlog 13,5 juta unit. Proyek sejuta rumah adalah sebuah skema untuk membantu mengurangi defisit kebutuhan perumahan. Konstruksi dimulai pada bulan April dan proyek ini direncanakan untuk segera selesai.

Laporan ini mengambil pandangan mendalam pada harga di pasar. Dalam hal harga apartemen, Jakarta dan Bali mengalami penurunan dari November 2014 sampai Mei 2015, di mana Banten, Jawa Timur dan Barat sedikit mengalami peningkatan.

Bisnis terus berkembang di Indonesia dan sebagai hasilnya, permintaan ruang komersial terus berlanjut. Di setiap
provinsi besar, jumlah ruang komersial meningkat dari November 2014 hingga Mei 2015. Ibukota Jawa Timur, Surabaya adalah alternatif populer untuk Jakarta bagi investor.

Harga rumah tetap relatif stabil sebagai konsekuensi dari perlambatan ekonomi yang dialami menjelang akhir 2015. Jawa Timur dan Banten terlihat mengalami sedikit peningkatan.

Sumber : https://www.beritasatu.com/archive/349071/pasar-real-estat-indonesia-diprediksi-terus-bertumbuh

Hukum Investasi Properti dalam Islam

gomuslim.co.id – Investasi merupakan satu aktivitas dalam ekonomi yang sering kita dengar, lihat, atau mungkin dialami. Semakin banyak orang berinvestasi demi kelangsungan hidup di masa depan. Ini berbanding lurus dengan pemahaman tentang investasi yang juga meningkat.

Seperti dalam pembahasan sebelumnya, investasi merupakan istilah yang berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Dalam Islam, investasi berkaitan dengan sistem ekonomi dan keuangan syariah. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan investasi. Ini agar sumber daya (harta) yang ada tidak hanya disimpan, tetapi juga harus diproduktifkan, sehingga bisa memberikan manfaat kepada umat.

Salah satu jenis investasi yang cukup terkenal di kalangan investor selain investasi saham adalah investasi properti. Namun bagaimanakah dalam pandangan atau hukum Islam mengenai investasi properti ini?

Seperti yang kita tahu, di Indonesia sebagai negara berkembang, pembangunan properti merupakan salah satu sektor yang sedang giat dilaksanakan agar dikemudian hari dapat dimanfaatkan untuk melakukan atau menggerakan roda perekonomian.

Di beberapa wilayah atau kota di Indonesia, pembangunan properti dalam berbagai bentuk misalnya rumah, rumah sakit, perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, dan lain-lain banyak dilakukan. Pembangunan properti ini banyak disosialisasikan dan berusaha merekrut banyak pemilik modal besar untuk menanamkan dananya di investasi ini.

Berkembangnya gaya hidup, kebutuhan, dan keinginan masyarakat kini dapat difasilitasi oleh properti. Tidak sedikit pemilik modal besar yang tergiur untuk menggandakan dananya lewat investasi properti. Karena selain nilainya yang terus naik, aset properti bisa menjadi sumber pemasukan tambahan.

Investasi di bidang properti merupakan investasi yang diperbolehkan dalam Islam. Tentu saja diatur dalam sistem keuangan syariah.  Namun, ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian bagi umat Islam yang akan menjalankan investasi bidang properti ini:

1. Investasi Properti Terhindar dari Riba

Syarat pertama ketika akan menjalankan investasi bidang properti ini tentu harus terhindar dari praktik riba di dalamnya. Seperti kita ketahui, riba atau sistem bunga adalah hal yang dilarang dalam syariat agama Islam.

Riba secara bahasa bermakna ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh atau membesar. Adapun dalam istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam.

Riba jelas bertentangan dengan prinsip muamalah dalam Islam. Maka, investasi dalam properti yang menerapkan sistem bunga atau praktik riba tentu jelas tidak diperbolehkan.

2. Tidak Ada Unsur Gharar

Syarat kedua, investasi properti yang dijalankan tidak mengandung unsur gharar atau penipuan/ketidakpastian di dalamnya. Semua yang terlibat dalam investasi haruslah mendapatkan hak sesuai dengan mengedepankan prinsip adil. Tidak ada satu pihak mana pun yang dirugikan apalagi penipuan. Jika investasi properti bebas dari gharar, maka tentu dibolehkan.

Gharar atau taghrir berarti keraguan, tipuan, atau tindakan yang bertujuan untuk merugikan orang lain. Garar dapat berupa suatu akad yang mengandung unsur penipuan karena tidak adanya kepastian, baik mengenai ada atau tidaknya objek akad, besar kecilnya jumlah, maupun kemampuan menyerahkan objek yang disebutkan di dalam akad tersebut.

Rasulullah melarang jual beli gharar sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa, “Rasulullah melarang jual beli Al-Hashah dan beli gharar” (HR. Muslim, Kitab Al-Buyu, BAB: Buthlaan Bai Al-Hashah wal Bai Alladzi Fihi Gharar no. 1513).

3. Zalim

Syarat ketiga, investasi properti harus terhindar dari kezaliman yang sudah jelas dilarang dalam Islam. Zalim di sini bisa berbagai macam, mulai dari Najsy, Al-Ghisy, Ihktikar, Tas’ir, merampas hak cipta, Tathfiif, memaksa pihak lain, menyembunyikan aib, dan lainnya yang merugikan satu pihak.

Najsy merupakan jual beli yang mempengaruhi seseorang, atau juga menjual dengan harga yang dinaikkan oleh seseorang yang tidak ingin membelinya yang dengan cara menawarkan barang tersebut dengan harga yang tinggi. Tujuannya hanya untuk membuat orang tertarik untuk membeli barang tersebut agar seseorang itu membeli, atau ada juga yang bertujuan agar penjual untung atau bahkan hanya bermain-main.

Sementara, Al-Ghisy adalah suatu cara menyembunyikan barang yang cacat atau menampilkan barang yang bagus terus menyelipkan di sela-sela barangnya yang jelek. Al-ghisy melakukan kecurangan yang disengaja yang akan menimbulkan kerugian pada pihak lain.

Adapun ihktikar adalah penimbunan suatu barang. Jika berinvestasi properti itu menimbun barang yang merupakan barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat di Indonesia, maka jelas ini dilarang.

Banyak orang membeli properti, baik berupa tanah, rumah, apartemen, dan lain sebagainya untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga di masa depan.  Baik menimbun barang kebutuhan pokok maupun berspekulasi adalah sama-sama dua hal yang dilarang dalam ajaran agama Islam.

Kembali pada niat, jika membeli tanah, rumah, dan lain sebagainya hanya untuk dibiarkan begitu saja tanpa dimanfaatkan agar di kemudian hari bisa mendapatkan banyak keuntungan dari kenaikan harga properti, maka berinvestasi properti jatuhnya bisa haram.

Namun jika membeli rumah atau tanah untuk dimanfaatkan secara maksimal sebagai salah satu sumber penghasilan pribadi sembari berbagi manfaat dengan orang lain maka jatuhnya bisa halal membawa keberkahan. Niatkan dalam hati untuk membantuk pemenuhan kebutuhan orang lain dalam hal tempat tinggal dengan menyewakan rumah kontrakan.

Dengan demikian, hukum investasi properti dalam Islam dibolehkan asalkan sesuai dengan syariat Islam. Tentu saja tiga syarat di atas terpenuhi yakni investasi properti terhindar dari riba, gharar dan zalim.

 

Sumber : https://www.gomuslim.co.id/read/investasi_syariah/2019/09/29/14944/-p-hukum-investasi-properti-dalam-islam-p-.html

Dampak Smart City Untuk Perkembangan Real Estate Indonesia

Implementasi smart city di Indonesia sendiri mengalami berbagai kendala, mulai dari infrastruktur penunjang yang belum memadai, kesiapan pemerintah setempat, hingga masyarakat sendiri yang belum mampu memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.

Dampak Smart City Untuk Perkembangan Real Estate Indonesia

Di India, konsep Smart City memberikan dampak positif dalam pengelolaan pajak, terutama pada wilayah yang padat penduduk.

Dilansir dari smartcitieschallenge.in, Visakhapatnam, satu kotamadya besar di India sempat mengalami permasalahan dalam hal menilai dan mengumpulkan pajak properti.

Lewat konsep Smart City, Pemerintah setempat membuat sistem perhitungan pajak pemukiman yang disesuaikan dengan zonasi. Sistem ini dapat diakses oleh masyarakat luas lewat internet. Selain itu, dengan sistem teknologi yang sama, masyarakat India dapat mengakses daftar properti secara detail tanpa harus survei langsung.

Selain itu, permasalahan sanitasi dan ketersediaan air bersih di India juga menjadi perhatian khusus di tahun 2011. Sebanyak 50% rumah tidak memiliki toilet yang dapat menampung jumlah populasi yang ada. Hingga pada akhirnya, banyak masyarakat yang terkena penyakit.

Dengan adanya Smart City, pemerintah setempat bekerja sama dengan komunitas pegiat lingkungan membangun 330 toilet modern dengan teknologi mutakhir.

Berbeda dengan India, di Amsterdam perkembangan properti menitikberatkan pada efisiensi energi. Pemerintah Belanda sudah memperkirakan harga energi yang akan meningkat dalam jangka panjang sehingga baik desain dan fasilitas penunjang menerapkan hemat energi.

 

Sumber : https://indonesiaindonesia.com/f/288988-dampak-smart-city-perkembangan-real-estate/

Butuh Bantuan Silahkan Hubungi Kami
Hallo Sahabat MitrasProperty
Silahkan Hubungi Kami Whatsapp dibawah